Tahun 2018 Dapat Dikatakan Menjadi Tahunnya Film Indonesia

Tahun 2018 Dapat Dikatakan Menjadi Tahunnya Film Indonesia! Sangat boleh untuk dibanggakan, karena saat ini industri perfilman Indonesia perlahan telahsemakin berkembang mulai dari masa ke masa. Perkembangan seperti ini dinilai lumayan konsisten kalau dilihat dari jumlah penonton yang sudah berhasil terdata di tahun 2016 hingga 2017 di Cinema 21.

Memang selama kurun waktu sekitar tiga tahun terakhir, ternyata jumlah penonton film Indonesia berhasil terus meningkat. Melihat data jumlah penonton film Indonesia di tahun 2015 berhasil mencapai 16,2 juta. Dari angka ini meningkat langsung lebih dari seratus persen pada tahun 2016, para penonton film Indonesia berjumlah hingga 34,5 juta penonton. Pada tahun yang baru saja kita berhasil lewati. Sedangkan untuk tahun 2017 penonton film nasional dapat meningkat lagi jadi 40,5 juta.

Ternyata bagi para poduser film dan seorang pengusaha bioskop kondisi ini adalah sebuah masa yang sangat membahagiakan mereka. Bagaimana bisa tidak, dengan melihat meningkatnya jumlah dari penonton film Indonesia tidak semata-mata dari banyaknya uang mengalir masuk ke pundi-pundi mereka. Untuk indikasi lain yaitu makin cintanya para masyarakat Indonesia terhadap film produksi dari buatan anak negeri ini sendiri di Cinema 21.

Menurut salah satu Sutradara Eugene Panji, sebenarnya secara tertulis Indonesia sudah berhasil mampu menjadi rumah untuk film-film lokal. Namun, penayangan yang secara medium masih belum bisa. Karena Indonesia belum mempunyai ruang yang sama halnya film-film dari Hollywood. Maka sangat diperlukannya regulasi yang sangat tepat dari pihak pemerintah, pada waktu pembagian ruang tayang film lokal serta internasional Cinema 21.

“Film Hollywood, masalah perspektif untuk ruang tayang sebenarnya masih sangat mendominasi. Mestinya ada aturan main sendiri dengan lembaga negara serta para pelaku industri. Seperti hanya, berapa persentase terkait pembagian dari bioskop buat menayangkan film Indonesia atau luar negeri? Selanjutnya, jika kita mempunyai regulasi yang baik buat film lokal, tentu bakal membantu semua pekerja film. Pendapat saya, kalau hal ini tidak segera digarap dengan serius, bisa jadi pelaku film lokal bakal perlaha mati,” ungkapnya.

shares